<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Peluang Bisnis Baru &#124; Peluang Usaha Baru</title>
	<atom:link href="http://peluangbisnisbaru.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://peluangbisnisbaru.com</link>
	<description>Informasi Hot peluang baru berbisnis dan berusaha di kota anda</description>
	<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 03:09:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Bonek&#8230; Sukses Berbisnis?</title>
		<link>http://peluangbisnisbaru.com/bonek-sukses-berbisnis.html</link>
		<comments>http://peluangbisnisbaru.com/bonek-sukses-berbisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 04:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[action]]></category>

		<category><![CDATA[barang]]></category>

		<category><![CDATA[jasa]]></category>

		<category><![CDATA[nekad]]></category>

		<category><![CDATA[peluang bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang usaha]]></category>

		<category><![CDATA[penghasilan]]></category>

		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangbisnisbaru.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal Bonek? Suporter fanatik Persebaya yang banyak membikin berita-berita &#8220;heboh&#8221; di media cetak dan televisi ini? Dan apa hubungannya dengan sukses berbisnis? (dari judul artikel di atas). Jika ingin sukses bergabunglah bersama bonek? Hei..  bukan begitu maksudnya. Kami tidak meminta anda menjadi suporter persatuan sepak bola untuk menjadi sukses dalam berbisnis. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang tak kenal Bonek? Suporter fanatik Persebaya yang banyak membikin berita-berita &#8220;heboh&#8221; di media cetak dan televisi ini? Dan apa hubungannya dengan sukses berbisnis? (dari judul artikel di atas). Jika ingin sukses bergabunglah bersama bonek? Hei..  bukan begitu maksudnya. Kami tidak meminta anda menjadi suporter persatuan sepak bola untuk menjadi sukses dalam berbisnis. Yang dimaksud disini adalah semangat yang  luar biasa yang dimiliki seperti bonek boleh kita contoh dalam menjalankan peluang usaha/bisnis agar bisa sukses, sebagai salah satu faktornya. Ya&#8230;, SPIRIT! Semangat arek kota PAHLAWAN. Bukan semangat yang destruktif tetapi semangat yang positif untuk disalurkan dalam berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Nekad? Ya, pasti dan harus! Jangan biarkan detik-detik berlalu apabila anda melihat <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">peluang bisnis</a> yang lewat di depan anda, apalagi itu bagus. Apakah anda tipe orang yang suka mencari-cari banyak peluang usaha tetapi tidak pernah melakukan apapun? Selamat! Anda bukan tipe orang nekad! Anda aman dari masalah! Anda tidak pernah melakukan kesalahan! Anda tidak pernah tahu apa yang namanya perjuangan dan pengorbanan. Anda tidak berurusan dengan banyak manusia, dan anda tidak pernah menyentuh uang dari peruntungan bisnis yang seharusnya jadi milik anda. Mau? mau? mau?</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah arti nekad dalam bahasa daerahnya &#8220;determination&#8221;, dan sering dihubungkan dengan kata &#8220;ACTION&#8221;. Sebuah aksi atau tindakan yang telah ditetapkan dengan bulat, dan memiliki sikap berani gagal! Kalau masih takut, ya namanya bukan tekad, mungkin namanya te saja atau kad saja. Hehehe. Dengan bertindak maka akan tahu langkah apa yang harus dilakukan berikutnya dan salah itu wajar, dan jadikan itu pengalaman  -  guru terbaik anda. Lihat saja contoh salah satu pengusaha Indonesia, Pak Tantowi Yahya, presenter acara &#8220;<span id="main" style="visibility: visible;"><span id="search" style="visibility: visible;"><em>Who Wants to Be a Millionaire</em>?</span></span>&#8220;,  berawal dari bekerja sebagai resepsionist hotel, sekarang memiliki banyak bidang usaha. Atau pelawak Tukul Arwana, presenter Bukan Empat Mata, berawal dari sopir angkot, si perantau dari kota Semarang. Hehehe, yang ini sih tahu semua, kalo gak kebangetan. Masih banyak pengusaha2 sukses yang dimulai dari modal <span style="text-decoration: line-through;">bonek </span>nekad, baik dari pedagang kaki lima,  pedagang bakso keliling &#8230; yang sampai dikejar-kejar Trantib sampai sales asuransi jiwa door to door bisa menjadi sukses melalui proses usaha dan tekad terlebih dahulu. Istilah kerennya <em>&#8220;From Zero to Hero</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;">Bicara soal nekad, lalu apakah seorang pengemis bisa dikatakan sebagai pengusaha nekad? (Ada lho pengemis yang berpakaian compang-camping tetapi rumahnya bagus dan tingkat). Ya&#8230; kalau anda tidak punya harga diri, ya silahkan, Hehehe. Yang jelas usaha itu yang positif dan waras, ada barang /jasa tertentu yang ditukarkan dengan uang sebagai penghasilan. Dan yang tak kalah penting gunakan dan asah terus indera berbisnis. Kalau melihat sesuatu itu bagus dan bisa menjadi <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">peluang usaha bisnis</a>, lakukan segera tekad dan action. Dimulai dari yang kecil dahulu, lalu dijalankan dengan sungguh-sungguh, maka akan pasti kelihatan hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangbisnisbaru.com/bonek-sukses-berbisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ujian Pemimpin bisnis ketika berada di &#8220;Jalur Y&#8221;</title>
		<link>http://peluangbisnisbaru.com/ujian-pemimpin-bisnis-ketika-berada-di-jalur-y.html</link>
		<comments>http://peluangbisnisbaru.com/ujian-pemimpin-bisnis-ketika-berada-di-jalur-y.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 08:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[CEO GE]]></category>

		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>

		<category><![CDATA[faktor]]></category>

		<category><![CDATA[Jack Welch]]></category>

		<category><![CDATA[kesuksesan bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[manajer]]></category>

		<category><![CDATA[peluang bisnis baru]]></category>

		<category><![CDATA[Pemimpin bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangbisnisbaru.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kecapakapan seseorang dalam memimpin perusahaannya bukan hanya dinilai dan dilihat dari sisi pertumbuhan incomenya saja, melainkan dari sisi terdalam sang pemimpin  tersebut. Sebab pertumbuhan income adalah sebagian kesuksesan dari disiplin team marketing, sinergi antar para SDM lainnya dan faktor pasar yang sedang membawa &#8220;angin positif&#8221; bagi perusahaannya pada saat itu. Namun, di tahun2 berikutnya kemerosotan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kecapakapan seseorang dalam memimpin perusahaannya bukan hanya dinilai dan dilihat dari sisi pertumbuhan<em> income</em>nya saja, melainkan dari sisi terdalam sang pemimpin  tersebut. Sebab pertumbuhan <em>income</em> adalah sebagian kesuksesan dari disiplin team marketing, sinergi antar para SDM lainnya dan faktor pasar yang sedang membawa &#8220;angin positif&#8221; bagi perusahaannya pada saat itu. Namun, di tahun2 berikutnya kemerosotan perusahaan bisa saja terjadi karena desakan2 faktor luar ke dalam tubuh perusahaan yang tidak bisa diduga &amp; dielakkan. Disinilah pemimpin bisnis sejati akan diuji kemampuannya dalam memimpin perusahaannya. Jika tidak sanggup mengatasai permasalahan bisnisnya maka bangkrutlah perusahaan itu. Itulah sebabnya mengapa Jack Welch, <em>CEO </em>GE yang tersohor di dunia itu sering memecat para manajernya yang tidak sanggup menyelesaikan masalah terhadap tugas2 yang diberikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah contoh kecil kisah tentang &#8220;Apakah yang harus dilakukan para pemimipin bisnis dalam menyelesaikan sebuah masalah bisnis. terutama dalam meng<em>create</em> <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">peluang bisnis baru</a>&#8220;. Sebuah serial TV USA, &#8220;The Apprentice&#8221;, yang diproduksi oleh Donald Trump, <em>raja property USA</em>, <em>CEO Trump Organization. </em>Peserta <em>The Apprentice </em>adalah<em> </em>para pengusaha dan pemimpin perusahaan di Amerika. Mereka diadu ketangkasannya dalam kemampuan memanage perusahaan. Setiap sesi dibagi dua kelompok yang masing-masing terdiri dari beberapa orang peserta. Pemenangnya adalah orang yang dapat memberikan ide bisnis dan argumen yang terbaik setelah &#8220;disidang&#8221; di depan dewan juri dan adu argumentasi dengan para peserta lainnya. Soal yang diberikan adalah sangat sederhana, yaitu &#8220;<em>Produk mainan apa yang laku buat anak-anak di pasaran?&#8221; .</em> Lalu apa pendapat mereka? Ada yang memilih mobil-mobilan, robot-robotan, remote control, mereka memperdebatkan soal desain, warna, bentuk, manfaat, faktor kenyamanan, faktor kebosanan, nilai ketertarikan, dan lain-lain. Jawaban yang benar adalah ketika produk mereka diuji dengan cara memberikannya kepada anak-anak, apakah mainan itu ditinggalkan, ataukah mainan itu dibilang bagus, dan disukai anak-anak tersebut.<em> </em>Jawaban mereka seolah-olah benar semua, tapi hanya ada 1 orang yang dipilih sebagai pemenang. Sederhana untuk dijawab tapi tidak sesederhana itu untuk dicari jawaban yang terbaik.</p>
<p style="text-align: justify;">Ujian yang sering dialami seorang pemimpin <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">bisnis</a> adalah bagaikan sedang berada di jalur Y yang bisa menuju ke arah kiri atau kanan, ketika dihadapkan pada  pertanyaan penting, &#8220;Apakah saya harus begini ataukah saya harus begitu&#8221;. Kemampuan menjawab antara yang benar dan yang salah diibaratkan bagaikan setipis sebuah rambut yang dibelah menjadi 7. Kesalahan dalam mengambil kebijakan, dapat berakibat fatal. Sejarah mencatat ketika PD II, kekuatan US  semakin mengganggu kenyamanan Jepang  dalam menjajah di wilayah Asia, Jepang harus dihadapkan 2 pertanyaan penting, Apakah melawan US atau mengalah terhadap US? Jawabannya adalah menyerang Pearl Harbour, yang berarti menyerang US. Keputusan ini berakibat jatuhnya Jepang dan kehilangan jajahannya di wilayah Asia Pasifik, dengan jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Bagaimana dengan manajemen perusahaan anda? Sudahkah anda membuat jawaban yang benar ketika anda sedang berada di &#8220;jalur Y&#8221; ? Selamat berjuang  dalam menemukan jawabannya bagi <a href="http://peluangbisnisbaru.com/peluang-bisnis-2010-yang-aman-dan-mantap.html" target="_self">kesuksesan bisnis</a> anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangbisnisbaru.com/ujian-pemimpin-bisnis-ketika-berada-di-jalur-y.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang Bisnis 2010 yang aman dan mantap?</title>
		<link>http://peluangbisnisbaru.com/peluang-bisnis-2010-yang-aman-dan-mantap.html</link>
		<comments>http://peluangbisnisbaru.com/peluang-bisnis-2010-yang-aman-dan-mantap.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 14:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[peluang bisnis 2010]]></category>

		<category><![CDATA[peluang bisnis baru]]></category>

		<category><![CDATA[peluang usaha bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangbisnisbaru.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sudahkah anda memiliki pilihan peluang bisnis baru untuk tahun 2010? Jika belum, kira-kira apa yang menjadi ganjalan anda untuk tidak segera memilki model bisnis yang cocok untuk usaha anda di tahun ini? Apakah hambatan itu dari keragu-raguan anda, atau ketidaktahuan anda terhadap bisnis tersebut, atau dari segi permodalan?
Untuk tahun 2010 ini memang persaingan bisnis akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudahkah anda memiliki <a href="http://peluangbisnisbaru.com/" target="_self">pilihan peluang bisnis baru</a> untuk tahun 2010? Jika belum, kira-kira apa yang menjadi ganjalan anda untuk tidak segera memilki model bisnis yang cocok untuk usaha anda di tahun ini? Apakah hambatan itu dari keragu-raguan anda, atau ketidaktahuan anda terhadap bisnis tersebut, atau dari segi permodalan?</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk tahun 2010 ini memang persaingan bisnis akan semakin ketat. Oleh karena itu pandai-pandailah memilih <a href="http://peluangbisnisbaru.com/" target="_self">peluang usaha bisnis</a><a href="http://peluangbisnisbaru.com/" target="_self"> </a>yang memiliki resiko serendah mungkin.</p>
<p><strong>Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.Waktu, tenaga, dan uang.</strong> Dalam hal ini adalah bisnis yang mudah dikerjakan di waktu luang anda tanpa banyak membuang waktu dan tenaga dalam pengelolaannya nanti. Sehingga bisnis baru anda tidak berantakan ketika anda ada halangan untuk meninggalkan bisnis anda sesaat. Paling tidak bisnis anda bisa dikerjakan sebagian oleh tenaga keluarga anda di rumah ketika anda pergi atau bekerja. Termasuk penyediaan bahan baku selama 1-3 bulan awal, jangan sampai terkatung-katung sebab pada awal-awal berbisnis anda membutuhkan kecepatan yang tinggi untuk memutar modal anda menjadi keuntungan supaya cepat BEP - balik modal. Jika bisnis anda macet diawal maka modal anda juga akan susah balik kembali, bisnis anda akan segera <em>down</em> karena kekurangan &#8220;cairan infus dana segar&#8221; dan itu sangat berbahaya terhadap modal anda yang sudah anda investasikan. Oleh karena itu pertimbangkanlah baik-baik dalam hal permodal dan dan bahan baku serta pemasaran produk anda pada 1 bulan awal anda dalam berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Peralatan bisnis.</strong> Setiap bisnis pasti memilki sarana untuk menjalankan usaha bisnis tersebut. Barang-barang seperti mesin hitung, komputer, telepon, hp, fax, internet, website, kartu nama, brosur, papan reklame, sampai pada kendaraan distribusi, serta mesin produksi. Hal itu wajib dilakukan pendataan untuk dicatat dalam kalkulasi permodalan bisnis anda. Sehingga jangan sampai biaya peralatan bisnis menghabiskan biaya bahan-baku dan biaya pemasaran pada awal-awal bulan anda berbisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Cek dan ricek.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Analisa dan simpulkan terlebih dahulu sebelum anda melakukan <em>launching </em>usaha bisnis anda. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan dipertanyakan dalam hati anda: Apakah usaha bisnis anda merupakan <a href="http://peluangbisnisbaru.com/" target="_self">peluang usaha bisnis yang unik</a> dan menarik? Apakah peluang bisnis itu sudah banyak pesaing seperti bisnis kebutuhan pokok (sembako, sandang, pangan, pulsa,hp,dll). Kapan kira-kira bisa BEP? Bagaimana anda mampu menyiasati kelemahan bisnis anda (jika ada), dan bagaimana anda mampu mengalahkan pesaing anda secara sehat? Bagaimana jika dalam 1-3 bulan usaha bisnis anda belum berkembang-apakah ada dana cadangan untuk menutup kekurangan biaya operasi bisnis anda tersebut? Bagaimana langkah-langkah yang harus segera dilakukan jika hal itu  terjadi? Siapkah anda melakukan pengorbanan (waktu, tenaga, fokus, dan uang) di bulan-bulan bisnis anda pertama dimulai? Sudah siapkah mental anda untuk melakukannya semua itu hal tersebut di atas?</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah mantap - silahkan segera lakukan action - tindakan untuk mengambil keputusan memulai bisnis anda. Dan jangan lupa berdoa dan memohon berkat dan rejeki kepada Dia yang di atas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangbisnisbaru.com/peluang-bisnis-2010-yang-aman-dan-mantap.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Pemilu</title>
		<link>http://peluangbisnisbaru.com/manajemen-pemilu.html</link>
		<comments>http://peluangbisnisbaru.com/manajemen-pemilu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2009 09:07:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[manajemen]]></category>

		<category><![CDATA[partai]]></category>

		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangbisnisbaru.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal Pemilihan Umum. sering dihubung-hubungkan pemilihan calon pemimpin negara, yaitu calon presiden dan wakil presiden yang dihadirkan dari masing-masing partai. Mau pilih partai yang mana? Yang ini begini, lalu yang itu begitu. Bagus yang mana? Ada lagi yang itu. Wah kayaknya program yang dibuat dari partai-partai mereka bagus-bagus semua. Ya, akhirnya kita bingung memilih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bicara soal Pemilihan Umum. sering dihubung-hubungkan pemilihan calon pemimpin negara, yaitu calon presiden dan wakil presiden yang dihadirkan dari masing-masing partai. Mau pilih partai yang mana? Yang ini begini, lalu yang itu begitu. Bagus yang mana? Ada lagi yang itu. Wah kayaknya program yang dibuat dari partai-partai mereka bagus-bagus semua. Ya, akhirnya kita bingung memilih partai yang mana? Siapa  yang akan dipilih nanti. Oleh karena itu kita harus punya yang namanya  manajemen dalam memilih calon tokoh wakil rakyat dalam  pemilu. Jangan asal pilih karena lihat orangnya ganteng atau cantik tapi ternyata tidak punya keahlian memimpin bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apa hal pilih memilih ini juga sering terjadi dalam memilih <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">peluang usaha bisnis</a>? Tentu, kita sering dihadapkan banyak tawaran dan pilihan peluang bisnis. Karena terlalu banyaknya pilihan akhirnya kita bingung memilih bisnis apa yang tepat buat kita. Kembali lagi ke manajemen pemilu, dimana kita harus punya &#8220;manajemen memilih&#8221;. Ini sangat berbeda dengan kita pada saat kita memilih menu makanan di restoran. Di restoran kita tinggal menikmatinya makanan yang kita pilih, mau yang asin, manis, pedas, tinggal leg dan selesai. Di bisnis yang kita pilih meskipun pilihan kita bisnis yang terbaik menurut ktia tetapi jika kita tidak menjalankannya dengan baik maka bisnis yang kita anggap <em>the best is the best</em> pun tidak akan berhasil. Jadi, semuanya itu perlu usaha juga dari kita supaya berhasil. Tidak ada bisnis yang berjalan mulus tanpa adanya usaha dan perjuangan dari kita untuk mengelolanya dengan baik. Manajemen memilih dan manajemen <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">mengelola bisnis</a> adalah perpaduan 2 manajemen yang tidak bisa kita pisahkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangbisnisbaru.com/manajemen-pemilu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips menangkap peluang</title>
		<link>http://peluangbisnisbaru.com/bagaimana-cara-menangkap-sebuah-peluang-bisnis-usaha-baru-bagi-anda.html</link>
		<comments>http://peluangbisnisbaru.com/bagaimana-cara-menangkap-sebuah-peluang-bisnis-usaha-baru-bagi-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 04:19:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[peluang]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peluangbisnisbaru.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Peluang bisnis usaha identik dengan keberuntungan, rejeki atau penghasilan.
Jadi peluang itu dekat dengan uang. Meraih peluang sama dengan meraih uang. Kalau begitu apakah kita akan diam melihat peluang atau meraihnya ketika ia lewat di depan kita? Pepatah mengatakan &#8220;Peluang itu cuma lewat sekali dan tidak pernah kembali lagi&#8221;. Jadi, ketika peluang bisnis usaha itu datang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Peluang bisnis usaha identik dengan keberuntungan, rejeki atau penghasilan.<br />
Jadi peluang itu dekat dengan uang. Meraih peluang sama dengan meraih uang. Kalau begitu apakah kita akan diam melihat peluang atau meraihnya ketika ia lewat di depan kita? Pepatah mengatakan &#8220;Peluang itu cuma lewat sekali dan tidak pernah kembali lagi&#8221;. Jadi, ketika <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">peluang bisnis</a><a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self"> usaha</a> itu datang kita harus siap untuk menerimanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hal-hal dasar apa saja yang harus siap di dalam diri kita ketika peluang itu datang?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Knowledge.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengetahuan atau informasi yang menunjang di bidang &#8220;peluang&#8221; itu sendiri.<br />
Bagaimana mungkin misalnya saja kita ditawarkan pekerjaan sopir truk kita tidak bisa mengemudikan mobil?</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Ada beberapa tingkatan knowledge untuk menerima peluang bisnis atau usaha :</span><br />
<span style="color: #0000ff;">a. Basic Knowledge.</span><br />
Yaitu pengetahuan2 yang bisa diajarkan kepada umum atau orang awam dalam waktu singkat.<br />
Misal: mencuci, menyetrika, menggoreng, menggali, dll.<br />
<span style="color: #0000ff;"> b. Midle Knowledge.</span><br />
Yaitu pengetahuan2 yang bisa diajarkan secara berulang-ulang dalam beberapa hari.<br />
Misal: belajar naik sepeda(motor), mengendarai mobil, mengoperasikan alat2 listirk/komputer.<br />
<span style="color: #0000ff;"> c. Expert Knowledge.</span><br />
Yaitu pengetahuan2 yang bisa diajarkan yang membutuhkan guru atau pelatih pendamping yang berpengalaman dan membutuhkan skill khusus.<br />
Misal: salesman pada awalnya dibantu oleh supervissor, sales manajer, atau regional manajer.<br />
mahasiswa kedokteran spesialis bedah pada awalnya dibantu oleh dokter bedah yang sudah profesional.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ada expert knowledge yang bisa diajarkan tanpa harus melalui pendidikan formal, tetapi dari ketekunan dan keuletan orang itu sendiri.<br />
Seperti contoh:<br />
- belajar melukis, menggitar (meskipun pada awalnya salah-salah tapi akhirnya bagus juga).<br />
- belajar bikin radio (setelah ngoprek sana sini akhirnya dapat pengetahuan bikin radio juga).<br />
- belajar internet marketing (dengan modal &#8220;read and understanding&#8221; akhirnya lama2 mengerti juga).</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, apabila kita melihat peluang bisnis usaha dan kita memiliki knowledge di bidang tersebut, artinya kita sudah siap meraih peluang bisnis tersebut.<br />
Bahkan apabila dalam posisi expert knowledge pun jika kita mendapatkan info skill dari guru/pelatih pendamping secara gratis itu sangat bagus untuk dijadikan peluang buat kita.<br />
Semakin banyak kita bertanya semakin kita cepat menyerap ilmu yang diberikannya, dan itu menambah wawasan dan pengalaman kita menjadi cepat pintar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Mentality.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mentalitas merupakan faktor utama dalam suksesnya melakukan sebuah pekerjaan atau peluang bisnis usaha baru.<br />
Sebagai contoh mungkin kita sudah bisa mengendarai mobil tetapi mental kita tidak bisa menerima pekerjaan sebagai sopir truk itu karena takut nabrak.<br />
Mentalitas yang buruk dapat mengganggu naiknya prestasi karier atau bisnis seseorang. Hal ini diidentikkan dengan faktor emosional atau Emotional Quetions (EQ).<br />
Kita sebagai diri kita adanya sering merasakan perasaan takut, ragu2 atau dihantui bayang2 negatif lainnya.<br />
Cara mudah mengatasi ketakutan hanyalah 1 yaitu melawan rasa takut itu sendiri baik dalam pikiran mental ataupun tindakan nyata.<br />
Mungkin kita pada waktu SD pernah disuruh maju di depan kelas untuk bernyanyi atau berpuisi, pidato.<br />
Nah, sebelum kita maju, hati kita selalu berdebar2 ketakutan, tetapi ketika kita dipanggil maju seolah2 kita dipaksa melakukan apa yang kita takutkan itu.<br />
Dan setelah melewati &#8220;masa kritis&#8221; itu ternyata kita bisa mengalahkan apa yang kita takutkan tadi.<br />
Jadi, sebenarnya kita bisa mengatasi mentalitas ketakutan dengan melompat keluar mengambil 1 tindakan yaitu keluar dari ketakutan itu sendiri = &#8220;Action!&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Attitude.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sikap merupakan faktor yang hampir sama dengan mentalitas,sikap mengendalikan seluruh tubuh kita.<br />
Apabila hari ini anda bersikap sedih, lemah, pesimistis, lesu, tidak bersemangat, seolah-olah tidak ada harapan baru, negatif thinking, maka ketika anda melihat sebuah <a href="http://peluangbisnisbaru.com" target="_self">PELUANG kerja-bisnis-usaha</a> tidak akan pernah melihatnya sebagai sebuah harapan yang membantu kehidupan anda.<br />
Ibarat anda berada di padang pasir selama seminggu dan anda kehausan, tetapi ketika ada orang menawarkan segelas es jeruk segar anda menghiraukannya begitu saja.<br />
Semangat adalah faktor penting untuk bekerja, dengan semangat kita siap menerima tantangan seberat apapun.<br />
Bahkan kita berani melakukan peribahasa &#8220;Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian&#8221;.<br />
Sikap Thomas Alfa Edison berhasil mengalahkan kegagalan ratusan kali untuk berhasil menemukan lampu.<br />
Ia memilki sikap positif meskipun pernah dianggap bodoh oleh gurunya, dan mau bekerja lebih keras sehingga berhasil membuat hak paten 1.093 penemuannya.<br />
Berapa kali anda gagal? 10? 20? 100? dan anda berhenti? Bagaimana dengan Thomas Alfa Edison yang sudah gagal beribu2 kali?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peluangbisnisbaru.com/bagaimana-cara-menangkap-sebuah-peluang-bisnis-usaha-baru-bagi-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
