Waralaba
Saudara, jika anda ingin membuat bisnis yang dikelola anda sendiri tetapi tidak tahu mau menjual apa yang lagi ngetred, carilah produk-produk merk orang lain yang ngetred, lalu juallah. Tapi, tentunya anda harus punya ijin untuk menjualnya. Anda harus membeli lisensi produknya tentu ini sangat mahal dan high risk jika tidak laku, atau bisa juga membeli waralaba sehingga bisa menjual produknya tanpa resiko yang tinggi. Meskipun semuanya itu bisa gagal kalau anda tidak kelola dengan baik.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara meminimalisir resiko yang ada untuk membangun sebuah bisnis tersebut? Di bagian bawah akan saya ungkap waralaba yang cocok untuk anda saat ini, simak terus 1-2 menit alenia demi alenia di bawah ini untuk menemukan jawabannya.
Think smart before do something.
Sekarang apa yang anda lihat di tepi jalan-jalan raya, bisnis apa yang menjamur? Tentu bisnis Jual makanan bisa pakai rumah (warung), atau bisa juga pakai gerobak atau tenda. Soalnya produk makanan adalah kebutuhan pokok akan tetapi juga memiliki persaingan bisnis yang sangat berat, apalagi jika makanannya biasa-biasa saja tanpa ada kelebihan tertentu, pasti akan tertinggal dengan lainnya yang lebih bermutu dalam hal rasa, dan selera. Solusinya adalah penjual harus berpromosi gencar supaya lebih menonjol dari yang lain, pengawasan mutu, rasa, dll. Siapkan dana cadangan untuk beriklan guna mendapatkan banyak pelanggan.
Juga produk pulsa kini menjadi kebutuhan pokok, bisa anda lihat di setiap berapa meter di tepi jalan raya selalu ada saja orang yang menjual pulsa. Ini berakibat pelanggan yang mudah meloncat ke penjual yang satu ke penjual yang lain dengan mudah. Dan untuk memperoleh pelanggan yang loyal dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit, karena sebenarnya pembeli pulsa tidak terlalu dipusingkan oleh satu penjual, karena harganya hampir sama di setiap penjual pulsa, sehingga kadang orang berpikir “cari yang terdekat saja biar mahal sedkit - asal tidak capek pergi ke penjual sana yang harganya murah tetapi harus berjalan 50 meter”. Ini berbeda sekali pada jaman Orde Baru dimana kita hendak telepon harus rela berjalan sejauh 200 meter dan antri, tetapi sekarang tiap beberapa puluh meter ada penjual pulsa, tinggal isi ke HP kita, pake SMS praktis dan lebih murah. Di posisi penjual pulsa tentu hal ini berakibat harus berbagi rejeki dengan sesama penjual pulsa lainnya.Solusi bukalah cabang sebanyak-banyaknya di beberapa tempat (jangan hanya satu) sehingga semakin banyak omset pembelian. Tentu sediakan juga modal beberapa kali lipat apabila hendak membuka cabang.
Peluang Bisnis lainnya yang ngetrend adalah bisnis entertaintmet atau hiburan, jika anda menyalakan TV anda, tentu anda sedang menikmati acara hiburan, baik itu berita selebrities, sinetron, iklan, musik, film, dll. Tentu ini sangat menarik jika kita sebagai pemilik TV broadcaster, seperti indosiar, sctv, dll. Wah terlalu gedhe modalnya ya? Produser sinetron aja dech, kayak Multivision-nya Raam Punjabi, wah gedhe juga tuh modalnya. Jadi artis aja, jadi pemain sinetronnya di Multivision, wah tampang pas-pasan, gak pede, gak bisa akting-nyanyi, de el el. Coba aja yang ini nich, modal kecil gak ada resiko dan diburu banyak orang, bisnis dari waralaba Kontes Indonesia ini, bisnis hiburan juga di kota anda, gak perlu repot buka warung atau gerobak. ( trend kontes di Indonesia, bisa dilihat fenomena pelamar AFI di berbagai daerah yang rela antri untuk berkompetisi menjadi idola meskipun mereka banyak yang kalah tapi gak kapok ikutan lagi-diikuti dengan program Mamamia, Stardut, Indonesian Idol(RCTI),dll). Dalam 1 bisnis ini ada 3 produk yang dapat anda jual juga dan tentu anda dapat uang.
Praktis, sedikit modal tapi peluangnya besar. Modalnya yang utama sebenarnya adalah siapin mental kamu, harus ada sikap keputusan, supaya nanti pede jalaninnya - mudah kok nanti klo udah daftar juga bisa, jika ada perasaan takut menjalankannya buang aja! dan sukses sebagian sudah di tangan anda.


